Menetapkan cakupan
Tentukan tujuan analisis, batas, periode, dan pemangku kepentingan.
Kerangka SROI
Social Return on Investment adalah kerangka untuk memahami, mengukur, dan mengelola perubahan sosial, lingkungan, serta ekonomi yang penting bagi pemangku kepentingan.
Visual konseptualApa itu SROI
SROI tidak berhenti pada rasio. Kerangka ini menelusuri bagaimana sumber daya mendorong aktivitas, output, outcome, dan dampak, lalu menguji apa yang benar-benar dapat diklaim.
Standar praktik
Gunakan setiap prinsip sebagai pertanyaan desain, analisis, dan tata kelola.
Orang yang mengalami perubahan ikut menentukan apa yang diukur.
Metode analisis
Setiap tahap menghasilkan jejak keputusan dan bukti yang dapat ditinjau kembali.
Tentukan tujuan analisis, batas, periode, dan pemangku kepentingan.
Bangun theory of change bersama orang yang mengalami perubahan.
Pilih indikator, kumpulkan data, dan nilai durasi perubahan.
Gunakan pendekatan valuasi yang proporsional dan transparan.
Kurangi deadweight, displacement, attribution, dan drop-off.
Uji sensitivitas, komunikasikan hasil, dan perbaiki keputusan.
Tentukan tujuan analisis, batas, periode, dan pemangku kepentingan.
Bangun theory of change bersama orang yang mengalami perubahan.
Pilih indikator, kumpulkan data, dan nilai durasi perubahan.
Gunakan pendekatan valuasi yang proporsional dan transparan.
Kurangi deadweight, displacement, attribution, dan drop-off.
Uji sensitivitas, komunikasikan hasil, dan perbaiki keputusan.
Kalkulasi contoh
Rasio membandingkan nilai kini dari dampak bersih dengan nilai investasi.
Rasio 5,42 : 1
Setiap Rp1 investasi diasosiasikan dengan Rp5,42 nilai sosial pada contoh ini.
Glosarium
Pertanyaan umum
SROI mengukur perubahan sosial, lingkungan, dan ekonomi yang material bagi pemangku kepentingan, lalu membandingkan nilai dampak bersih dengan investasi.
Tidak. Monetisasi adalah alat untuk membantu perbandingan dan keputusan. Outcome yang tidak tepat dimonetisasi tetap perlu dijelaskan dan dilaporkan.
Pemangku kepentingan yang mengalami atau memengaruhi perubahan, termasuk peserta, tim program, mitra, dan pihak lain yang relevan.
Frekuensinya mengikuti tujuan keputusan, ketersediaan bukti, dan ritme program. Analisis dapat bersifat evaluatif atau prospektif.
Tidak selalu. Kualitas bukti, materialitas outcome, risiko, distribusi nilai, dan konteks keputusan tetap harus dibaca bersama rasionya.
Gunakan halaman kontak untuk menyusun percakapan awal tanpa mengirim data nyata.